Posted by : Unknown Senin, 11 November 2013


lalat
يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ (٧٣)
73. Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, Maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, Tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan Amat lemah (pulalah) yang disembah. (QS. Al-Hajj [22] : 73)
                Al-Qurthubi dalam tafsirnya Al-Jami’ul Ahkam membahas tentang ayat di atas bahwa patung-patung berhala di Ka’bah dahulu sering diberi makanan berupa sesajen. Ketika seekor lalat memakan sesajen itu, berhala-berhala itu tidak sanggup merebutnya lagi. Padahal, lalat adalah binatang lemah dan hina.
                Kalau tafsirnya hanya seperti itu, kok rasanya biasa-biasa saja? Bahwa patung tidak bisa mengusir lalat? Tentu ada makna yang masih tersembunyi. Mungkinkah tentang lalat?
                Lalat ternyata bukan ciptaan Allah yang sederhana, apalagi hina dan lemah. Ia hewan superproduktif, setiap bertelur, bisa mencapai 100 butir. Walaupun umurnya pendek, hanya 3 bulan, dalam masa itu ia bisa menghasilkan 1000 butir telur. Dalam tempo 5 bulan, seekor induk lalatakan berkembang biak menjadi 5,5 miliar lalat. Untunglah reproduksi seperti itu diredam oleh banyak predator, pemangsa lalat seperti cicak, katak, burung, dan lain-lain sehingga manusia tidak terlalu diganggu olehnya. Setelah kawin, dalam 5 hari ia akan bertelur di tempat sampah yang kayak gizi dan protein bagi anak-anaknya.
                Dalam 24 jam, telur menetas menjadi belatung. Tiga hari kemudian menjadi kepompong. Setelah dua hari, lahirlah lalat muda yang siap terbang. Sayapnya bergetar dengan serasi, dengan manuver terbang yang sangat cepat. Telungkup, miring, atau terlentang. Bisa mendarat terbalik dengan kaki-kaki yang melekat erat di langi-langit rumah. Kaki itu bila perlu bisa mengeluarkan sejenis lendir perekat.
                Lalat hanya aktif bergerak kalau sedang lapar. Seperti sabda Rasulullah Saw, “kami kaum yang makan kalau lapar saja.” Dengan mulutnya yang mirip belalai, lalat menghisap bubur berprotein tinggi dari sampah busuk. Setelah kenyang dia diam istirahat di tempat aman, misalnya tali jemuran dan langit-langit dapur.
                Lalat sangat sukar ditangkap atau dipukul. Selain gaya terbangnya yang gesit, rupanya matanya juga istimewa. Dua belah matanya yang besar bisa melihat ke segala arah. Bola matanya tersusun dari 4000 biji mata facet bersegi enam. Masing-masing bekerja sendiri-sendiri dan menghasilkan ribuan gambaran benda yang dilihatnya. Informasi tadi dikirim sangat cepat ke pusat saraf pengelihatannya. Karena itu, gerakan memukul sedikit saja sudah segera ditangkap oleh lalat, sehingga ia secepat kilat menghindar.

                Nah, kehebatan desain lalat itu sampai sekarang belum bisa diproduksi, walaupun semua pabrik dan Laboratorium berhimpun untuk itu. Ternyata, Allah bukan hanya menyindir patung berhala yang tidak bisa membuat lalat, tetapi mengingatkan juga bahwa ilmu dan teknologi juga jangan diberhalakan. Yang pasti, Allah telah memberi isyarat tentanh hebatnya lalat.


REFERENSI UMUM PENGETAHUAN ISLAM

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © karya seorang manusia - dagadu.com - Powered by Blogger - Designed by dida fauza -